Beranda » Visibaru.com » Trump Sampaikan Pidato Perdana di Sidang Umum PBB, Soroti Tarif Impor 19 Persen untuk Indonesia

Trump Sampaikan Pidato Perdana di Sidang Umum PBB, Soroti Tarif Impor 19 Persen untuk Indonesia

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (23/9) menyampaikan pidato perdananya di hadapan para pemimpin dunia pada Sidang Umum PBB di New York. Dalam pidato berdurasi hampir satu jam itu, Trump menegaskan kebijakan tarif impor 19 persen terhadap barang-barang asal Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan dagang baru.

Trump naik ke podium setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan sebelum Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Ia mengklaim berhasil menandatangani sejumlah kesepakatan “bersejarah” dengan berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Trump, tarif adalah “mekanisme pertahanan” untuk melindungi kedaulatan dan keamanan ekonomi AS dari praktik perdagangan yang dianggap merugikan.

“Selama bertahun-tahun negara lain telah menerapkan pajak impor yang tidak terkendali pada Amerika. Sekarang kami membalas dengan adil dan timbal balik,” tegas Trump. Ia bahkan menyinggung pemerintahan sebelumnya yang dianggap lemah dan korup, sambil menekankan bahwa ratusan miliar dolar berhasil dikumpulkan dari tarif di masa pemerintahannya.

Dalam kesepakatan terbaru, AS memangkas tarif dari rencana awal 32 persen menjadi 19 persen, setelah Jakarta menyetujui sejumlah konsesi. Indonesia menghapus sekitar 99 persen hambatan tarif untuk produk AS, termasuk sektor pertanian, industri, hingga energi. Jakarta juga berkomitmen mengimpor pesawat senilai US$3,2 miliar, produk pertanian US$4,5 miliar, dan energi AS sebesar US$15 miliar.

Meski demikian, data BPS menunjukkan Indonesia masih menikmati surplus perdagangan nonmigas dengan AS senilai US$12,13 miliar pada Januari–Juli 2025, sebelum tarif baru berlaku. Di sela-sela forum PBB, Trump dan Prabowo juga menghadiri pertemuan khusus membahas Gaza, yang disebut Trump sebagai “pertemuan paling penting” untuk mendorong pembebasan sandera.

Ide dan Editing Nol Rupiah, Cermin Negara yang Gagal Memahami Kreativitas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement