Wakil Presiden Iran sekaligus kepala nuklir Mohammad Eslami melakukan kunjungan ke Moskow untuk menandatangani kesepakatan lama yang tertunda terkait pembangunan delapan reaktor nuklir di Iran, demikian dilaporkan media pada Senin.
Rencana pembangunan delapan reaktor ini sebenarnya sudah diumumkan sejak 2014, namun selama lebih dari satu dekade hanya berada pada tahap kerangka kerja dan kontrak awal. “Negosiasi kontrak telah berlangsung, dan dengan penandatanganan perjanjian pekan ini, kami akan memasuki langkah operasional,” ujar Eslami dikutip Reuters.
Rusia sebelumnya telah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Iran di Bushehr pada 2011, yang rampung pada 2013 meski mendapat tentangan keras dari Amerika Serikat.
Proyek terbaru ini merupakan bagian dari target Iran untuk mencapai kapasitas energi nuklir sebesar 20 gigawatt pada tahun 2040. Menurut kantor berita resmi IRNA, empat dari reaktor baru tersebut akan dibangun di Bushehr.
AS dan Israel berulang kali menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Teheran dengan menegaskan hak “tidak dapat ditawar” untuk memiliki program nuklir sipil.
Rusia, meski menentang kemungkinan Iran memiliki senjata nuklir, tetap membela hak Teheran dalam menggunakan teknologi nuklir untuk kepentingan sipil. Kesepakatan ini dipandang akan mempererat kerja sama strategis kedua negara di tengah ketegangan geopolitik global.



Comment