Beranda » Visibaru.com » Indonesia Desak Rapat Darurat DK PBB Usai Tewasnya Pasukan Perdamaian di Lebanon

Indonesia Desak Rapat Darurat DK PBB Usai Tewasnya Pasukan Perdamaian di Lebanon

Pemerintah Indonesia mendesak digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah tiga personel pasukan perdamaian asal Indonesia tewas dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan. Kabar tersebut disampaikan oleh misi penjaga perdamaian PBB di wilayah tersebut, UN Interim Force in Lebanon.

Menurut pernyataan misi tersebut, dua personel meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi di dekat wilayah Bani Hayyan pada Senin. Dalam insiden yang sama, dua personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sementara itu, satu prajurit Indonesia lainnya tewas dalam kejadian terpisah setelah sebuah proyektil menghantam area dekat posisi pasukan penjaga perdamaian di sekitar Adchit al-Qusayr pada Minggu malam. Dalam serangan tersebut, satu personel dilaporkan mengalami luka kritis.

Menanggapi insiden tersebut, pemerintah Indonesia meminta semua pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk mematuhi hukum humaniter internasional serta menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan dalam situasi konflik.

Indonesia juga secara resmi meminta agar United Nations Security Council segera menggelar pertemuan darurat guna membahas serangan yang menewaskan personel penjaga perdamaian tersebut.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengecam serangan tersebut sebagai tindakan keji. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, untuk membahas insiden tersebut sekaligus meminta digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan PBB.

Ide dan Editing Nol Rupiah, Cermin Negara yang Gagal Memahami Kreativitas

Sugiono menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB adalah hal yang tidak dapat ditawar dan harus selalu dijaga dalam kondisi apa pun.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, telah menghubungi Sugiono untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya prajurit Indonesia. Ia juga mengecam serangan tersebut serta mengapresiasi kontribusi kontingen Indonesia bersama pasukan penjaga perdamaian PBB dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Lebanon selatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement