TOKYO — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah mengalami perubahan besar dan berkembang jauh lebih cepat dibandingkan dua dekade lalu. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pelaku usaha Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang berlangsung di Imperial Hotel Tokyo, Senin (30/3).
Dalam forum tersebut, Indonesia berhasil mengamankan berbagai kesepakatan bisnis dengan total nilai mencapai US$23,63 miliar atau sekitar Rp401,71 triliun. Nilai tersebut berasal dari sejumlah kerja sama strategis antara perusahaan Indonesia dan Jepang di berbagai sektor.
Di hadapan para investor, Prabowo menekankan bahwa Indonesia kini terus bertransformasi menjadi negara yang lebih kompetitif dan terbuka terhadap investasi. Ia menyebut Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan baru dengan fokus pada peningkatan daya saing serta penciptaan iklim investasi yang stabil dan ramah bagi investor.
Kerja Sama Strategis Indonesia–Jepang
Sejumlah kerja sama yang disepakati mencakup proyek hilirisasi berbasis energi bersih, termasuk produksi metanol dari emisi karbon, eksplorasi dan pengembangan sektor minyak dan gas, serta pengembangan energi panas bumi. Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan ekosistem keuangan inklusif dan berbagai investasi strategis lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra ekonomi paling terpercaya bagi Indonesia. Ia menilai investasi Jepang memiliki reputasi yang sangat baik dan dihormati di berbagai negara.
Presiden juga mengajak para pengusaha Jepang untuk menjalin kemitraan dengan Danantara, dengan menawarkan sistem tata kelola yang baik serta jaminan perlindungan bagi investor global. Menurutnya, pemerintah Indonesia ingin memastikan bahwa seluruh investasi dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan aset negara dilakukan secara terpusat dalam satu manajemen untuk memastikan efisiensi dan penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan aset nasional.
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menjaga kewajiban finansial, termasuk reputasi sebagai negara yang tidak pernah gagal membayar utang selama beberapa dekade.
Selain membahas kerja sama ekonomi, Prabowo menyoroti hubungan panjang antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia menyebut banyak perusahaan Jepang telah berperan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia di berbagai sektor industri dan infrastruktur.
Menurutnya, di tengah dunia yang semakin saling terhubung, kerja sama ekonomi yang kuat akan menjadi fondasi bagi terciptanya perdamaian dan persahabatan jangka panjang antara kedua negara.
Dalam kunjungannya ke Jepang, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada Selasa (31/3). Sebelumnya, ia juga telah melakukan pertemuan dengan Kaisar Jepang, Naruhito.



Comment