Gaza, 18 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Gaza mulai melakukan upaya besar-besaran membuka kembali jalan-jalan utama setelah gencatan senjata diberlakukan. Langkah ini dianggap penting untuk memungkinkan ribuan warga yang sebelumnya mengungsi ke selatan kembali ke rumah dan tempat penampungan mereka di wilayah utara.
Juru bicara Pemerintah Kota Gaza mengatakan pekerjaan pembukaan jalan dan pembersihan reruntuhan ini diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan. Namun, keterbatasan peralatan menjadi hambatan utama. “Kami tidak memiliki cukup alat berat, pemuat, atau buldoser untuk melaksanakan pekerjaan ini. Karena itu, kami bekerja sama dengan sektor swasta,” ujarnya.
Dukungan tambahan datang dari Komite Qatar, yang membantu penyediaan alat berat untuk mempercepat pembukaan jalan. Meski demikian, pihak kota menegaskan bahwa kebutuhan mereka jauh lebih besar dari apa yang tersedia saat ini.
Pemerintah Kota Gaza menyerukan agar seluruh perbatasan dibuka tanpa pembatasan, sehingga barang-barang penting dapat masuk, termasuk suku cadang untuk generator listrik, pompa air, kendaraan, dan mesin berat. Mereka juga mendesak agar 1.000 ton semen segera dikirim untuk memperbaiki sumur air, jaringan pembuangan limbah, serta infrastruktur dasar lainnya.
Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya adalah tenda dan rumah sementara untuk melindungi warga dari cuaca dingin yang akan datang. “Anak-anak dan perempuan harus segera mendapatkan tempat berlindung yang aman,” tambahnya.
Pihak kota juga menyoroti pentingnya pengangkutan sampah padat keluar dari lingkungan padat penduduk agar akses menuju tempat pembuangan akhir di timur Kota Gaza dapat dibuka kembali. Upaya pemulihan ini disebut sangat krusial untuk mencegah krisis kesehatan dan mempercepat kembalinya kehidupan normal di Gaza.



Comment