Brand fesyen Aerie kembali menegaskan posisinya di industri dengan menolak penggunaan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam materi pemasaran. Kali ini, Aerie menggandeng aktris sekaligus ikon budaya Pamela Anderson untuk memperkuat pesan kampanye keaslian mereka.
Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan kampanye “100% Aerie Real”, yang mengedepankan penggunaan model manusia nyata tanpa manipulasi digital. Brand milik American Eagle Outfitters tersebut ingin melawan tren industri yang semakin mengandalkan visual hasil AI.
Kampanye Baru: Kritik Halus terhadap AI
Versi terbaru kampanye “100% Aerie Real” resmi diluncurkan dengan iklan utama berdurasi 60 detik (juga tersedia versi 30 detik) yang tayang di media sosial berbayar dan connected TV.
Dalam iklan tersebut, Pamela Anderson digambarkan sedang mencoba membuat model digital menggunakan AI. Namun, ia tampak kesulitan mendapatkan hasil yang “terasa hidup”, meskipun sudah meminta tampilan yang lebih natural dan ekspresif.
Adegan kemudian berubah drastis saat visual buatan tersebut menghilang, digantikan dengan suasana nyata yang hangat dan penuh energi khas pemotretan Aerie. Di akhir video, Anderson menegaskan pesan kuat: “You can’t prompt this.”
Konsisten dengan Filosofi “Real Beauty”
Strategi ini bukan hal baru bagi Aerie. Sejak 2014, brand ini sudah berkomitmen untuk tidak melakukan retouching pada tubuh model melalui kampanye #AerieReal.
Kini, di tengah pesatnya perkembangan AI, Aerie mengambil langkah lebih jauh dengan berjanji tidak akan menggunakan tubuh atau sosok manusia hasil generasi AI sama sekali dalam materi pemasaran mereka.
Chief Marketing Officer Aerie, Stacey McCormick, menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan membangun koneksi emosional yang lebih kuat dengan konsumen.
Brand lain mungkin mengejar kesempurnaan digital, tetapi kami memilih untuk tampil apa adanya — dan itu justru lebih bermakna bagi pelanggan.
Mengapa Pamela Anderson?
Pemilihan Pamela Anderson dinilai sangat relevan dengan nilai kampanye. Setelah bertahun-tahun berada di bawah sorotan media dan eksploitasi citra, Anderson kini dikenal sebagai figur yang berani tampil natural, bahkan tanpa makeup dalam berbagai kesempatan publik.
Transformasi tersebut menjadikannya simbol autentisitas—nilai yang ingin ditegaskan Aerie di era digital yang semakin “tidak nyata”.
Strategi Marketing Berbasis Transparansi
Dengan menggandeng kreator konten mulai April, kampanye ini diproyeksikan menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda yang semakin kritis terhadap manipulasi visual.
Pendekatan Aerie ini juga mencerminkan tren baru dalam industri fesyen: transparansi sebagai kunci membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan di tengah maraknya teknologi AI.



Comment