Beranda » Visibaru.com » Ribuan Warga Gaza Mengungsi Saat Serangan Darat Israel Memasuki Hari Kedua

Ribuan Warga Gaza Mengungsi Saat Serangan Darat Israel Memasuki Hari Kedua

Ribuan warga Palestina terus mengungsi dari Gaza City ketika serangan darat besar-besaran Israel memasuki hari kedua. Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan membebaskan sandera Hamas dan menghancurkan hingga 3.000 pejuang di apa yang mereka sebut sebagai “benteng terakhir” kelompok itu. Namun, langkah ini memicu kecaman internasional luas, termasuk dari lebih 20 lembaga kemanusiaan seperti Save the Children dan Oxfam yang menilai kondisi di Gaza “tidak manusiawi”.

Sehari sebelumnya, Komisi Penyelidikan PBB menyimpulkan Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina, tuduhan yang langsung dibantah pemerintah Israel.

Di tengah gempuran besar-besaran, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan rumah sakit anak Al-Rantisi terkena tiga serangan udara pada Selasa malam. Meski tidak ada korban luka, fasilitas vital seperti pendingin udara, tangki air, dan panel surya rusak parah. Rumah sakit itu merupakan satu-satunya pusat perawatan kanker dan gagal ginjal untuk anak-anak di Gaza.

Militer Israel (IDF) mengaku telah menyerang lebih dari 150 target di Gaza City dalam dua hari terakhir. Media Israel melaporkan IDF juga menggunakan kendaraan militer tua berisi bahan peledak yang dikendalikan jarak jauh untuk menyerang posisi Hamas.

Sementara itu, arus pengungsian semakin masif. Warga terpaksa menuju “zona kemanusiaan” di Al-Mawasi atau melalui Jalan Salah al-Din yang dibuka sementara. Namun, biaya perjalanan melonjak drastis, dengan sewa truk kecil dilaporkan mencapai $900.

Ide dan Editing Nol Rupiah, Cermin Negara yang Gagal Memahami Kreativitas

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut 98 orang tewas dan 385 luka-luka dalam 24 jam terakhir, menambah total korban sejak perang dimulai menjadi lebih dari 65.000 jiwa, hampir setengahnya perempuan dan anak-anak. PBB memperingatkan serangan yang semakin intensif akan menyeret warga sipil ke dalam “bencana yang lebih dalam”.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

× Advertisement
× Advertisement