Coldplay merayakan akhir dari rekor 10 konser berturut-turut di Stadion Wembley, London, dengan pertunjukan spektakuler penuh cahaya, konfeti, dan energi musikal lintas generasi. Konser ini menutup rangkaian terbaru Music of the Spheres Tour, yang sejak 2022 telah mengelilingi dunia empat kali dan kini tercatat sebagai tur dengan jumlah penonton terbesar dalam sejarah—lebih dari 13 juta tiket terjual.

Chris Martin dan kawan-kawan membawakan hits dari seluruh era karier mereka, termasuk Yellow, The Scientist, Paradise, dan A Sky Full of Stars. Mereka juga menghadirkan kejutan lewat cover Whitney Houston, I Wanna Dance With Somebody. “Ini lagu pemanasan saya di parkiran,” canda Martin di atas panggung.
Meski konser sempat ditunda seminggu akibat mogok transportasi London, Martin berjanji memberikan pertunjukan “15 kali lebih baik”. Penonton pun dimanjakan dengan gelang LED yang menyulap stadion menjadi kanvas cahaya, kembang api, hingga penampilan orkestra muda Simón Bolívar dari Venezuela. Penyanyi Palestina-Chili, Elyanna, juga tampil memukau lewat lagu We Pray.
Tidak hanya musik, humor khas Martin turut mencairkan suasana. Ia bercanda menyebut Coldplay sebagai “band soft rock terbaik ketiga di London”, hingga spontan menyanyikan Wonderwall. Pada penghujung konser, ribuan penonton mengangkat kertas berbentuk hati merah sebagai kejutan, menutup malam penuh emosi.
Coldplay mengumumkan jeda panjang sebelum melanjutkan tur sekitar 18 bulan mendatang di Afrika Selatan. Meski begitu, antusiasme fans diyakini tak akan surut. Seperti kata Martin, “Kami mungkin memainkan setlist yang sama selama 100 tahun, dan kalian akan tetap datang.”



Comment