Dua warga negara Belarus ditangkap setelah sebuah drone berhasil dicegat di ibu kota Polandia, Warsawa. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, mengatakan drone tersebut terdeteksi beroperasi di atas lokasi pemerintahan yang sensitif, termasuk Jalan Parkowa dan Istana Belweder, kediaman resmi Presiden.
Dalam unggahan di platform X pada Senin malam waktu setempat, Tusk memastikan bahwa drone berhasil dinetralkan oleh Dinas Perlindungan Negara (SPS) dan operatornya—dua warga Belarus—sudah ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Eropa Timur setelah sejumlah pelanggaran wilayah udara NATO oleh drone Rusia di Polandia dan Rumania. Pekan lalu, 19 drone Rusia sempat melintasi udara Polandia, yang oleh pejabat Eropa disebut sebagai provokasi.
Meski belum ada bukti keterlibatan Moskow dalam insiden terbaru, Rusia dikenal sebagai sekutu dekat Belarus yang mendukung perang di Ukraina. Menteri Pembangunan Dana dan Kebijakan Regional Polandia, Katarzyna Pelczynska-Nalecz, menyebut drone tersebut kemungkinan besar diluncurkan secara lokal, bukan dari luar negeri.
Juru bicara SPS menjelaskan drone itu tidak ditembak jatuh, melainkan berhasil mendarat setelah operatornya diamankan.
Ketegangan NATO semakin memanas setelah Polandia menembak jatuh drone Rusia pekan lalu sebagai tindakan pertama yang dilakukan anggota aliansi Barat itu sejak perang Rusia-Ukraina dimulai. Rumania juga sempat mengerahkan jet tempur F-16 setelah wilayah udaranya ditembus drone Rusia.
Sebagai respons, NATO memperkuat postur pertahanannya di Eropa Timur melalui operasi Eastern Sentry, dengan Denmark, Prancis, Jerman, dan Inggris mengirim tambahan jet tempur. Inggris bahkan memanggil duta besar Rusia di London dan menegaskan bahwa pelanggaran udara terhadap NATO adalah tindakan yang “tidak dapat diterima”.
Sekutu Barat sepakat bahwa agresi Rusia hanya akan memperkuat persatuan NATO dan komitmen mereka untuk mendukung Ukraina.



Comment