Arsenal masih menyimpan luka usai tersingkir di semifinal Liga Champions musim lalu. Kekalahan dari Paris Saint-Germain yang akhirnya keluar sebagai juara membuat asa The Gunners meraih trofi bergengsi Eropa untuk pertama kalinya kembali pupus. Menyambut musim baru, manajer Mikel Arteta bertekad menjadikan pengalaman pahit itu sebagai pelajaran berharga untuk mengubah sejarah klub.
“Banyak hal yang bisa kami pelajari dari kegagalan itu. Rasanya sangat menyakitkan karena ekspektasi yang kami bangun begitu besar, dengan keyakinan penuh bahwa kami bisa melaju sampai akhir,” ujar Arteta, Senin (15/9), jelang laga tandang melawan Athletic Bilbao.
Arsenal pernah mencapai final Liga Champions pada 2006 sebelum kalah dari Barcelona. Bagi Arteta, catatan itu menunjukkan betapa sulitnya menjuarai kompetisi paling elit di Eropa. “Klub besar pun butuh tujuh hingga sembilan kali percobaan untuk bisa menang dua kali. Di turnamen ini, kegagalan jauh lebih sering terjadi dibanding kesuksesan. Tapi itu sejarah yang ingin kami ubah,” tegasnya.
Meski dihantam badai cedera dengan absennya Martin Odegaard, Ben White, Bukayo Saka, Gabriel Jesus, dan Kai Havertz, Arsenal punya skuad lebih dalam musim ini berkat kedatangan Viktor Gyokeres, Martin Zubimendi, Eberechi Eze, dan Noni Madueke. Arteta optimistis timnya siap tampil sejak awal.
“Persaingan di Liga Champions ditentukan oleh detail kecil. Kami harus tampil sempurna sejak hari pertama untuk memberi diri peluang terbaik,” pungkasnya.



Comment