Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Senin (16/9), menegaskan bahwa serangkaian insiden dengan Amerika Serikat bukanlah ketegangan biasa, melainkan bentuk agresi langsung. Ia menyebut tidak ada komunikasi resmi antara Caracas dan Washington, setelah pemerintahan Donald Trump meningkatkan kehadiran militer AS di Karibia Selatan dengan dalih memberantas penyelundupan narkotika.
Awal bulan ini, serangan militer AS menewaskan 11 orang dan menenggelamkan kapal Venezuela yang dituduh membawa narkoba. Maduro mengecam tindakan itu sebagai “serangan kriminal” terhadap negaranya. “Ini bukan ketegangan, ini agresi: yuridis, politik, diplomatik, hingga militer,” ujar Maduro dalam konferensi pers yang dihadiri petinggi militer.
Ia menambahkan, komunikasi resmi dengan AS “dibuang” akibat ancaman bom, kematian, dan pemerasan dari Washington. Meski begitu, ia mengakui masih ada komunikasi terbatas untuk memulangkan warga Venezuela dari AS.
Pemerintahan Trump hingga kini belum memberikan penjelasan rinci soal serangan tersebut, meski anggota Kongres AS mendesak transparansi. Caracas juga menuduh kapal perusak AS secara ilegal mencegat dan menduduki kapal nelayan Venezuela di Zona Ekonomi Eksklusif negara itu. Maduro menilai langkah tersebut sebagai upaya AS “mencari insiden” demi memperlemah pemerintahannya.



Comment